SEBELUM MENGGENDONG BAYI; SISTEM KEKEBALAN TUBUH; DAN GEMESH YANG TERLALU

Tulisan ini sudah dipikirkan secara matang dalam tempo waktu yang sesingkat-singkatnya, diri yang jomblo ini akan menuliskan sekilas pembahasan tentang apa yang perlu diperhatikan sebelum menggendong bayi, tentang sistem kekebalan tubuh si bayi, dan juga menahan keGEMESHan yang terlalu. Tentunya setelah kamu selesai membacanya akan banyak komentar, mengapa seorang jomblo menulis beginian apakah content placement atau tulisan endorsement, sudahlah nikmatin saja toh tinggal baca gak disuruh nulis. Yang jelas diri ini siap untuk dibully.

Bohong jika melihat dedek gemesh tapi tidak punya modus untuk menggendongnya, setidaknya menyapanya, bercanda dengannya, mencuri tawa atau senyumnya yang menggembirakan kalau dilihat, kesempatan yang langka. Namun sayangnya tidak sedikit di antara kita mengetahui beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum modus untuk menggendong si dedek bayi yang gemesh. Tentunya bayi ini berumur sekitar 7-9 bulan yang kerap dijadikan rebutan di kalangan pemburu pipi tembem, karena umumnya di umur ini si dedek bayi udah bisa di ajak jalan menikmati pemandangan berkeliling-keliling kota sama orang tuanya, iya kali sendirian gak mungkinlah si dedek bayi pesan ojek nnline untuk jalan-jalan sendirian. Berikut sedikit banyaknya, hal yang harus kita perhatikan sebelum menggendong si dedek bayi.

cara menggendong bayi yang nyaman

KEBERSIHAN DIRI

Ini yang kadang suka terlewatkan, tanpa mempertimbangkan kebersihan diri, kita dengan pedenya ajak si dedek bayi untuk digendong. Pastikanlah kebersihan diri kita, jangan menggendong si dedek bayi dalam keadaan jomblo, eh salah dalam keadaan kotor. Bersih di sini artinya bebas dari kuman, dan bagi pria sunyi yang merokok asap rokok tentunya akan menempel di pakaian kita, hukumnya haram pria perokok menggendong bayi. Kasihan dedek bayinya nanti kalau jatuh sakit siapa yang tanggung jawab, tentunya orang tuanya kan?

TERBEBAS DARI HAL YANG TAJAM

Nah, kalau yang ini juga harus diperhatikan, apa-apa saja yang sedang melekat pada pakaian kita. Apakah jarum jilbab, bros jilbab, atau kumis tajam ala wak doyok. Sebelum kita menggendong dedek bayi, pastikan hal-hal tajam yang membahayakan si dedek bayi sudah dilepaskan, atau bila perlu janganlah menggendongnya dulu kalau masih pakai jilbab yang menggunakan bros.

GAK PERLU DICIUM

Baju bersih, tangan pun sudah pasti jauh dari kuman, dan tidak ada hal tajam yang bisa membahayakan si dedek bayi, nah kamu boleh menggendongnya. Eits, tunggu dulu, gak perlulah menciumnya, bisa jadi kamu tidak sadar sedang terjangkit penyakit dan sistem imun kamu sedang berjuang melawannya jadi tidak terlalu kelihatan seperti sakit, namun hal ini berbeda sama si dedek bayi. Karena sistem kekebalan tubuh dedek bayi berbeda dengan kekebalan tubuh orang dewasa, jadi janganlah menciumnya di pipi, di kening, atau di bibir.

JANGAN MEMAKSA

Yang satu lagi, sebelum kita benar-benar ingin menggendong si dedek bayi, janganlah terlalu memaksa si dedek bayi untuk mau kita gendong, nanti kalau nangis kan orang tuanya yang repot, kita kalau udah gagal gendong langsung pergi, orang tuanya yang berusaha mendiamkannya. Si dedek bayi punya penilaian tersendiri tentang siapa yang menggendongnya, biasanya yang tidak mau digendong berarti kita bisa dipastikan tidak nyaman cara menggendongnya. Si dedek bayi hanya nyaman digendong orang tuanya, jadi jangan galau kalau ditolak, masih banyak dedek-dedek bayi gemesh lainnya, yang mungkin akan memilih kita. Percaya dirilah!

AMBILLAH KURSUS MENGGENDONG

Ketahuliah cara menggendong itu berbeda-beda, bahkan karakterisitik menggendong yang aman sesuai umur juga berbeda, carilah guru yang bisa mengajarkan kita untuk menggendong si dedek bayi yang nyaman. Dan kemudian jika kita sudah lulus, dan mendapatkan sertifikasi penggendong yang nyaman, barulah kita bisa menggendongnya.

ORANG TUANYA RIDHO?

Apakah kita sudah bisa menggendong dedek bayi, belum tentu, yang paling utama adalah ridho orang tuanya. Di mulut, orang tuanya sih ngasih-ngasih aja kalau kita punya niat menggendongnya, tapi perhatikan raut muka orang tuanya ridho gak kalau anaknya kita gendong. Jangan menggendong si dedek bayi, kalau orang tuanya gak ridho, nanti kualat gak boleh ya. Jadi, sebelum menggendongnya, pdktlah ama orang tuanya, yakinkan orang tuanya kita bisa menggendongnya dengan benar, sudah dalam keadaan bersih dan bersuci, dan sudah punya sertifikasi penggendong yang handal. Tapi tetap saja, orang tua gak ridho, yasudahlah berarti kita memang ditakdirkan untuk jomblo setahun lagi.

Kalau saya pribadi, bukan perkara takut untuk gendong bayinya, tapi kita tidak tau kuman apa yang sedang menempel di baju kita, apakah kekebalan tubuh si dedek bayi mampu mengatasinya. Tapi jika, si dedek bayi yang minta digendong itu lain cerita. Baby yang digendong ini namanya Xhaka, pertemuan kami diawali dengan aku yang ngomong-ngomong sendiri, bertanya banyak hal, dan gak dijawabnya. Tapi kalau dijawab, tekejut juga jadinya, coba bayangkan, kita lagi nanya "Xhaka kalau besar mau jadi apa" terus dijawab "yang pasti gak mau jadi kayak om, udah jomblo, jelek, idop lagi" nyesek cuy . . .

Jadi sebenarnya si Xhaka ini, kata orang tuanya suka dengan pria-pria jenggotan apalagi jenggotnya panjang, mungkin menurutnya pria jenggotan bisa memberikan gendongan yang nyaman, atau pria jenggotan punya aura-aura kebapakan. Masalahnya, jenggotku sedang tipis-tipisnya itu hari dipotong untuk keperluan shoting film pendek checklah di sini, berarti indikatornya bukan karena jenggot. Begitulah singkatnya pertemuan dengan Xhaka yang minta digendong, dan terkait dengan kekebalan tubuh si dedek bayi, benarkah kalau si dedek bayi dibiasakan digendong orang lain akan membuat kekebalan tubuhnya meningkat, entahlah mungkin ini hanya mitos belaka. Namun, berikut sekilas ulasan darimana sistem kekebalan si dedek bayi berasal.


KEKEBALAN TUBUH SI DEDEK BAYI BERASAL DARI EKSTRAK KASIH SAYANG YANG DISEBUT ASI

Tentunya, untuk dedek bayi yang belum bisa makan apa apa, sumber kekebalan tubuhnya dari apa yang masuk ke tubuh dedek bayi yaitu air susu ibu (ASI). Ternyata, ASI itu manfaatnya untuk si dedek bayi dahsyat cuy. Bagaimana tidak dahsyat, sebelum si bayi diberikan makanan pendamping ASI, secara keseluruhan sistem kekebalan tubuh si dedek bayi dibentuk dari ASI yang diminumnya. Jelas, ASI menjadi sangat penting untuk kesehatan si dedek bayi, dan juga perlindungan pertama untuk saluran pencernaan si dedek bayi.

Bahkan ketika si emak yang sedang menyusui dan sedang kurang gizi, kapasitas ASI tidak sama sekali berkurang untuk memberikan asupan yang diperlukan oleh si dedek bayi. Tapi bukan berarti, kita gak boleh berusaha, malahan harus untuk memperkaya kualitas ASI dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Berdasarkan kutipan artikel dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, kandungan dari ASI terdiri banyak sel, terutama pada minggu-minggu pertama menyusui. Kolostrum dan ASI dini mengandung 1-3 juta sel darah putih (leukosit) per ml. Pada ASI matur, yaitu ASI setelah 2-3 bulan menyusui, jumlah sel ini menurun menjadi 1000 sel per ml yang terdiri dari monosit/makrofag (59-63%), sel neutrofil (18-23%), dan sel limfosit (7-13%) ASI juga mengandung faktor pelindung (protektif) yang larut dalam ASI seperti enzim lisozim, laktoferin (sebagai pengikat zat besi), sitokin (zat yang dihasilkan oleh sel kekebalan untuk mempengaruhi fungsi sel lain), dan protein yang dapat mengikat vitamin B12, faktor bifidus, enzim-enzim, dan antioksidan.

Gak ngerti kan? Sama, kesimpulannya sistem kekebalan tubuh si bayi sumbernya dari ASI, nah apa hubungannya dengan menggendong si dedek bayi? Hubungannya, tau dirilah kalau mau menggendong si dedek bayi, karena emaknya sudah menjaga kesehatannya, memberikan ASI sampai ngantuk-ngantuk, kita dengan mudahnya menggendong si dedek bayi tanpa khawatir si dedek bayi akan terserang penyakit dari kita yang menggendong, nah loh.

GEMESH YANG TERLALU

Yang terakhir yang akan kita ulas merupakan yang paling terpenting dari ke semuanya, dan ini terkhusus untuk mereka pemburu pipi gemesh si dedek bayi untuk dicubitin atau sekadar menggendongnya. Lebih jika ingin menggendong hanya karena gemesh lebih baik jangan, karena modus dari gemesh ini membahayakan si dedek bayi, bisa jadi tanpa sengaja kita akan mencubit pipinya, atau menciumnya, atau membawanya pulang ke rumah kita, tentunya ini sudah termasuk perkara penculikan. Karena modus gemesh bisa berujung modus untuk memiliki dan di bawah ke rumah, waspadalah, waspadalah.

Dan untuk para orang tua, hati-hati ketika membawa anak kita yang sedang imut-imutnya, ini akan membahayakan diri kita juga, karena mau tidak mau harus merelakan anak kesayangan digendong oleh orang lain yang belum tentu terbebas dari kuman dan bakteri penyakit. Nanti kalau sudah sakit, kita juga yang repot kan. Nah, sebelum membawa si dedek bayi ke arisan keluarga, arisan sekolah, atau perkumpulan lainnya, coba dikasih pengertian kalau si dedek bayinya gak boleh digendong orang lain, atau bila perlu dedek bayinya tinggal aja di rumah, biar di jaga si bapak atau di jaga si emak, jadi yang pergi salah satunya. Kalau sudah terlanjur dibawa, suruh aja si dedek bayinya pulang sendiri naik ojek online.

Tulisan ini disponsori oleh popok portabel yang bisa dicas sewaktu-waktu bila perlu, dan dilengkapi dengan fitur kipas pendingin agar si bayi tidak gerah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG M; PASAR MALAM; DAN RINDU MASA KECIL

AKU; BLOGGER MEDAN; BERJEMA'AH DI DUNIA DIGITAL

URINOIR AUTOMATIS; TOILET JONGKOK; DAN CERITA GURU NGAJI