BLOGGER MEDAN DAN MPR RI; KEGENTINGAN MEDIA SOSIAL; DAN SOSIALISASI 4P

Blogger Medan dan MPR-RI dalam kesempatan yang sangat langkah ini duduk bersama diskusi terkait perihal memanfaatkan dunia maya sebagai media sosial dengan bijak. Kita semua pastinya mengetahui, Indonesia masuk 10 besar negara dengan pengguna media sosial daring terbanyak, berdasarkan indeks data Hootsuite diterbitkan bahwa Indonesia di urutan ke-3 pertumbuhan pengguna media sosial sebanyak 23% dan urutan ke-3 pula menghabiskan waktu terlama sehari sekitar 3 jam 23 menit.

Permasalahan yang timbul, hampir sebagian besar penduduk Indonesia merupakan warganet, akan menjadi persoalan yang serius jika para warganet menjadi kurang waras dalam berinteraksi di dunia dalam jaringan ini. Bahkan bukan hanya menimbulkan perdebatan di beberapa aspek, bisa jadi perbedaan pola pikir yang sengaja dibenturkan oleh seseorang dapat mengancam keutuhan NKRI. Dan lagi, belum lama ini ranah politik sudah mulai masif menggunakan dunia dalam jaringan untuk menggiring opini publik ke arah yang mereka harapkan.

blogger medan
Foto bareng sama mas Andrianto Majid Kepala Bagian Pusat Data dan Informasi MPR RI
Udah Mirip Belom?
Cukup sampai disitu saja sebagai pengantar, aku akan cerita pengalaman ngobrol bareng blogger dengan MPR-RI. Itu hari, tepatnya tanggal 20 april 2018 beberapa blogger di Medan beruntung berkesempatan berdialog langsung dengan perwakilan MPR-RI dari Jakarta di Grand SwissBell Hotel, Medan. Lebih dari 50 blogger yang hadir untuk mengobrol seru dengan ibu Siti Fauziah dan pak Andrianto terkait kisruh politik yang merebak di dunia dalam jaringan. Betapa mudahnya pengguna media sosial dibuat bingung dengan banyaknya isu yang sengaja dibenturkan ke ranah dunia maya.

Tidak lain dan tidak bukan hal ini terpulang dari diri sendiri untuk membentengi diri agar tidak mudah mempercayai isu yang belum pasti keabsahannya. Bu Siti yang menjabat sebagai Kepala Biro Humas Setjen MPR-RI maka penting nilai-nilai 4 pilar Indonesia dalam diri warganet agar bijak berinteraksi di dunia dalam jaringan.

Jangan terlalu mudah untuk memberikan informasi pribadi di laman media sosial hanya untuk mengejar popularitas semata. Pak Andrianto Majid yang menjabat sebagai Kepala Bagian Pusat Data dan Informasi Setjen MPR-RI dalam diskusi santai ini juga menghimbau para blogger dan penggiat media sosial untuk terus serta tetap menebarkan manfaat bagi pembacanya. Sebab dengan begitu, terciptalah suasana yang sehat dalam berkomunikasi di dunia dalam jaringan.

Obrolan semakin seru dan banyak sekali blogger yang antusias untuk diskusi dan bu Siti juga pak Andrianto begitu bersemangat menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan pada mereka. Dari banyaknya pertanyaan, yang tidak heran semakin melebar, aku menyimpulkan.

1. MPR-RI ikut serta menjaga keutuhan NKRI dari ancaman penggiringan ideologi ke arah yang merusak tatanan negara, walau tidak ikut serta di ranah pragmatis, namun lebih ke dialog seperti acara ngobrol seru Blogger Medan dan MPR-RI ini. Tidak hanya di Medan, MPR-RI akan keliling ke kota - kota besar di Indonesia, Medan beruntung menjadi kota pertama.

2. MPR-RI menanggapi pertanyaan tentang isu hoax yang dilakukan oleh media-media besar, hanya sebatas himbauan tidak bisa menindak-lanjuti dan langsung membredel produk media tersebut. Isu yang berkembang di masyarakat haruslah dicerna tidak hanya sekali baca, tapi harus lebih bijak dalam mencermati isu.

3. MPR-RI juga membuka diri untuk menanamkan nilai-nilai luhur bernegara, dengan edukasi wawasan berbudaya, sehingga memupukkan rasa cinta terhadap Indonesia.

4. MPR-RI menanggapi tentang bahasan perbedaan penerapan P4 di era dulu dengan peneparan 4P yang sekarang, dan ternyata berbeda namun bukan berarti penarapan P4 dulu adalah hal yang sia-sia, tidak ada yang sia-sia. Penerapan 4P kini, lebih mengedepankan pengamalan dan menghayati nilai luhur pada diri, bukan seperti P4 dulu yang harus menghapal.

5. MPR-RI menanggapi pertanyaan tentang anggota-anggota DPR-RI dan DPD yang terkadang membuat keputusan yang kurang waras, bahkan ada tingkah yang kurang menyenangkan jika melihat tingkah rapat mereka. Di sini MPR-RI mengajak kami dan seluruh masyarakat Indonesia untuk berperan aktif tidak hanya mengkritisi tapi juga mengawasi lalu ambil aksi sesuai prosedur, sebab masyarakat juga punya hak tanya untuk persoalan demikian ke MPR-RI, tapi harus mengikuti prosedur.

Semoga aku tidak salah menyimpulkan dari obrolan panjang kami, dari mulai jam 6 sore, hingga larut malam tiba, aku sampai kos tanpa sadar jam 11, maklumlah setelah agenda gathering usai, sesama blogger masih betah mengobrol seru dan sesi foto-foto untuk mengabadikan kenangan.

blogger medan, mpr ri
foto bareng Blogger Medan Blog M dengan 2 narasumber buk Siti Fauziah dan pak Andrianto Majid

LALU APA YANG DIMAKSUD DENGAN PENERAPAN 4P BERINTERAKSI DI MEDIA SOSIAL

Agenda ngobrol seru bersama Blogger Medan dan MPR-RI merupakan sosialisasi penerapan 4P dalam berinteraksi di media sosial. Empat pilar (4P) ini merupakan nilai-nilai yang harusnya ada di tiap diri seseorang yang meliputi nilai Pancasila, UUD Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga jika ada isu yang berkaitan dengan kedaulatan negara, tiap diri seseorang mampu mengambil langkah bija menanggapi isu hoaks yang tersebar.

BAGAIMANA TIPS MENANGGAPI SEBUAH ISU YANG TERLANJUR TERSEBAR

Berikut ini mungkin bisa menjadi tips untuk menanggapi isu hoaks yang terlanjur tersebar di dunia dalam jaringan, sehingga teman-teman jika mendapati isu hoaks jangan langsung disimpulkan.

1. Jika isu hoaks muncul di media-media besar, atau pun media kecil, janganlah membaca dari satu media saja, lebih banyak lebih bagus untuk menyaring apakah isu tersebut hoaks atau benar, jika ada perbedaan pemberitaan dari media lainnya maka bisa dipastikan berita tersebut tidak dapat dipercaya.
2. Jika sudah membaca semakin banyak isu yang berbeda dan membuat bingung, pekalah terhadap pemberitaan tersebut dan cobalah mengantisipasinya dengan kemungkinan-kemungkinan yang ada, mengandalkan logika untuk membedakan berita mana yang paling benar.
3. Jika sudah menentukan mana pemberitaan yang paling benar, bukan berarti kita harus adu argumen untuk memaksakan pendapat kita, hargailah pendapat orang lain mengenai suatu isu yang sama. Perbedaan bukan untuk diperdebatkan, diskusi boleh saja namun jika sudah ada kesan pemaksaan, diskusi ini tidak sehat.

Dan sebagai penutup, saya sangat bersyukur sekali diberikan kesempatan memenuhi undangan sebagai blogger bertemu MPR-RI untuk berbincang perihal gentingnya dunia maya yang dapat mengancam keutuhan NKRI. Semoga diberi kesempatan-kesempatan lainnya, untuk diskusi lagi tidak hanya bersama MPR-RI mungkin juga berbincang seru di Istana Negara. Aamiin

Jangan lupa bersyukur dan tetap menjadi bermanfaat.

Komentar

  1. Waw jadi jgn mudah percaya dengan berita bg?

    BalasHapus
  2. Abis baca ini, nyari2 kata Duta Alay nya ya.. Kok gak ada? ����

    BalasHapus
  3. Mayan jadi rekomendasi. Ntap gitu fotonya bisa uget-uget. Salam respek kepada duta Mantan Alayers korwil Medan. Sukses bermanfaat, bang. Tabik.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BLOG M; PASAR MALAM; DAN RINDU MASA KECIL

AKU; BLOGGER MEDAN; BERJEMA'AH DI DUNIA DIGITAL